Friday 17-07-2026

Program MBG Dan Revitalisasi Sekolah Berjalan Beriringan Perkuat Kualitas Pendidikan Indonesia

  • Created Jul 17 2026
  • / 43 Read

Program MBG Dan Revitalisasi Sekolah Berjalan Beriringan Perkuat Kualitas Pendidikan Indonesia

Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Revitalisasi Sekolah merupakan dua kebijakan yang saling melengkapi dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Keduanya tidak berjalan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik sekaligus penyediaan sarana dan prasarana belajar yang lebih layak. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa pelaksanaan MBG tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam membenahi infrastruktur Pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan dengan tingkat realisasi pembangunan mencapai sekitar 93 persen. Memasuki tahun 2026, pemerintah kembali mengalokasikan lebih dari Rp14 triliun untuk merevitalisasi 11.474 satuan pendidikan yang telah tercantum dalam APBN. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto berencana menambah dukungan revitalisasi bagi sekitar 60 ribu sekolah sehingga total sasaran revitalisasi dapat mencapai lebih dari 71 ribu satuan pendidikan. 

Di sisi lain, Program MBG terus diperluas sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 18 Februari 2026, program tersebut telah menjangkau sekitar 280.023 satuan pendidikan dengan lebih dari 43,17 juta peserta didik sebagai penerima manfaat. Pemerintah menilai pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi penting untuk mendukung proses belajar yang optimal sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. 

Pelaksanaan kedua program tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pada kondisi lingkungan belajar dan kesehatan peserta didik. Sekolah yang memiliki ruang kelas yang aman, nyaman, serta fasilitas pendukung yang memadai akan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik. Di saat yang sama, asupan gizi yang cukup melalui MBG membantu meningkatkan kesiapan fisik dan daya konsentrasi siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. 

Implementasi sinergi kedua program telah terlihat di berbagai daerah. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Bogor, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau langsung sekolah yang telah menerima bantuan revitalisasi sekaligus melaksanakan Program MBG. Hasil revitalisasi menghadirkan ruang kelas, perpustakaan, toilet, hingga ruang UKS yang lebih layak, sementara MBG memberikan dukungan pemenuhan gizi bagi peserta didik. Kombinasi tersebut dinilai menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. 

Selain revitalisasi sekolah dan MBG, pemerintah memastikan program-program strategis pendidikan lainnya tetap berjalan sesuai rencana. Digitalisasi pembelajaran terus dilanjutkan, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tetap diberikan kepada peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, pelatihan guru terus ditingkatkan, bahkan pada tahun 2026 pemerintah mulai memperluas penerima PIP hingga peserta didik taman kanak-kanak. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai kebijakan yang saling mendukung. 

Komitmen tersebut sekaligus menjawab anggapan bahwa pelaksanaan Program MBG mengurangi perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan. Berdasarkan penjelasan resmi pemerintah, anggaran revitalisasi sekolah tetap dialokasikan secara terpisah dalam APBN, sehingga pembangunan fasilitas pendidikan tetap berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan MBG. Pemerintah menegaskan bahwa kedua program merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

Melalui pendekatan yang terintegrasi antara pemenuhan gizi, peningkatan kualitas fasilitas sekolah, digitalisasi pembelajaran, bantuan pendidikan, dan peningkatan kompetensi guru, pemerintah berupaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional pada masa mendatang.

Tags :

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First